Gemar Lakukan Diet Tinggi Protein? Ketahui Efek Sampingnya di Sini「Gaming platform ranking」!

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:U.S.legalonlinecasinos

HanGaming pGaming platform rankinglatform rankingya saja, asGaming platform rankingGaming platform rankingupan protein yang terlalu tinggi dapat menimbulkan sejumlah efek samping.

Kelebihan protein yang dikonsumsi umumnya disimpan sebagai lemak, sedangkan kelebihan asam amino dikeluarkan.

Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan seiring waktu, terutama jika Anda mengonsumsi terlalu banyak kalori saat mencoba meningkatkan asupan protein.

Baca juga: Sejarah Tempe, Makanan Kaya Protein yang Lahir dari Era Tanam Paksa

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Hal ini diduga terjadi karena tubuh yang memasuki kondisi ketosis, yang menghasilkan bahan kimia yang mengeluarkan bau tak sedap.

Berikut beberapa hal yang bisa terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi protein seperti dilansir dari Healthline.

Sebuah studi menemukan, berat badan dapat naik secara signifikan dengan konsumsi protein yang menggantikan karbohidrat.

Sebuah studi menemukan, 40 persen peserta melaporkan bau mulut akibat terlalu banyak makan protein.

Diet tinggi protein memang dapat menurunkan berat badan. Tetapi, jenis penurunan berat badan ini bersifat jangka pendek.

Baca juga: Selain Membuat Kulit Lebih Cantik, Ini Manfaat Tempe bagi Kesehatan

Namun, diet tinggi protein juga dikaitkan dengan sejumlah risiko yang jarang disadari.

Mengonsumsi protein yang terlalu banyak dapat menyebabkan bau mulut, terutama jika Anda membatasi asupan karbohidrat.

KOMPAS.com - Protein adalah nutrisi terpenting bagi tubuh yang berguna sebagai sumber energi, bekerja sebagai neurotransmiter dan pembawa oksigen dalam darah (hemoglobin).

Di satu sisi, protein juga bagian penting dari diet sehat yang membantu menjaga kesehatan otot, tulang, dan organ-organ tubuh.

Untuk diketahui, diet tinggi protein adalah metode diet yang mendorong untuk mengonsumsi lebih banyak protein dan lebih sedikit karbohidrat atau lemak untuk menurunkan berat badan.

Sebutlah diet paleo yang tinggi protein. Lalu, diet ketogenik, meski menekankan pada asupan lemak, juga bisa tinggi protein.

Baca juga: Kasus Terus Menanjak, Ini 11 Gejala Infeksi Covid-19 yang Harus Diwaspadai

Tak hanya karena alasan ini, beberapa waktu ke belakang diet tinggi protein juga cukup populer di kalangan masyarakat.

Diet tinggi protein juga telah terbukti membantu mengurangi asupan lemak, menurunkan berat badan, meningkatkan rasa kenyang, dan mempertahankan kekuatan otot.

Ahli nutrisi tidak menganjurkan konsumsi protein yang melebihi kebutuhan harian yang disarankan.